Lampung – Bupati Egi Perbaiki jalan rusak yang telah lama dikeluhkan Jalan yang menghubungkan beberapa kecamatan di wilayah selatan Pasuruan ini telah lama dalam kondisi memprihatinkan, dengan banyaknya lubang, permukaan yang bergelombang, serta akses yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Kerusakan jalan ini telah menjadi masalah besar bagi warga yang setiap hari mengandalkan jalan tersebut untuk beraktivitas.
Sebagai langkah awal, Bupati Egi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Gempol dengan Kecamatan Beji, yang selama ini menjadi jalur utama bagi ribuan warga dan pengangkut barang. Pekerjaan perbaikan jalan ini diperkirakan akan memakan waktu tiga bulan, dan diharapkan selesai pada akhir Februari 2026.
Bupati Egi Perbaiki Warga Pasuruan Telah Menanti 10 Tahun

Baca Juga : Presiden Prabowo terima Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda
Kondisi jalan yang rusak parah telah menjadi keluhan utama bagi warga Pasuruan, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Beberapa tahun terakhir, warga terpaksa harus menghadapi jalan yang berlubang, becek, serta tidak jarang mobil atau sepeda motor mereka terperosok.
Selain itu, banyak juga kendaraan berat yang mengalami kerusakan akibat jalan yang tidak layak. Warga sudah lama mengajukan perbaikan kepada pemerintah daerah, namun baru kini upaya perbaikan tersebut mulai berjalan.
“Jalan ini sudah sangat parah. Setiap kali hujan, jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui. Kami sudah hampir putus asa karena selama ini tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah. Tapi sekarang, kami akhirnya bisa melihat ada harapan untuk perbaikan,” kata Siti Mariani, seorang warga Kecamatan Gempol, yang setiap hari melewati jalan tersebut untuk pergi ke pasar.
Sama halnya dengan warga lainnya, Agus Haryanto, seorang petani yang sering menggunakan jalan itu untuk mengangkut hasil pertanian, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Bupati Egi. “Selama bertahun-tahun kami merasakan kesulitan. Kadang-kadang kendaraan kami rusak karena jalan yang jelek. Mudah-mudahan perbaikan jalan ini bisa berlangsung dengan cepat dan benar-benar memperbaiki kondisi jalan,” ujar Agus.
Bupati Egi Janji Perbaikan Tepat Waktu
Bupati Pasuruan, Egi Setiawan, yang baru menjabat sejak 2024, menyampaikan bahwa dirinya memahami betul kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut. Menurut Egi, masalah jalan rusak di Pasuruan merupakan salah satu prioritas yang harus segera ditangani. Selain itu, Egi juga menegaskan bahwa perbaikan jalan ini akan dilakukan dengan kualitas yang baik agar tidak mudah rusak lagi di masa depan.
“Selama ini, kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak. Saya berkomitmen untuk segera memperbaikinya, dan kami sudah menyiapkan anggaran untuk itu. Kami juga akan memantau secara ketat proses pengerjaan agar hasilnya bisa maksimal dan sesuai harapan masyarakat,” ujar Bupati Egi di sela-sela acara peletakan batu pertama perbaikan jalan, yang diadakan pada Kamis (27/11).
Dalam kesempatan tersebut, Egi juga menyampaikan bahwa perbaikan jalan ini akan menggunakan teknologi dan material yang lebih tahan lama, serta melibatkan kontraktor lokal yang sudah berpengalaman dalam pekerjaan infrastruktur. Dengan begitu, selain memperbaiki kondisi jalan, proyek ini juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal karena membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Perbaikan Dimulai dengan Penataan Jalan Utama
Pada tahap pertama, perbaikan akan dimulai pada jalur utama yang menghubungkan Gempol dan Beji, yang memiliki volume lalu lintas tinggi. Pekerjaan perbaikan meliputi pemadatan tanah, pembuatan drainase, pengaspalan ulang, serta perbaikan jembatan yang sudah mulai lapuk. Pekerjaan ini juga mencakup peningkatan kapasitas jalan agar lebih aman dan nyaman untuk dilalui, baik oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan berat.
Pembangunan drainase menjadi salah satu fokus utama, mengingat banyaknya genangan air yang terjadi di jalan saat musim hujan. “Kami tidak hanya memperbaiki jalan, tapi juga memperhatikan masalah drainase agar air hujan bisa mengalir dengan baik dan tidak menggenang di jalan. Dengan perbaikan ini, kami berharap tidak ada lagi masalah genangan air yang mengganggu,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasuruan, Supriyanto, yang juga hadir dalam acara peletakan batu pertama.
Dampak Positif Bagi Ekonomi Masyarakat
Perbaikan jalan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga yang menggunakannya sehari-hari, tetapi juga diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Jalan yang lebih baik diharapkan akan meningkatkan aksesibilitas ke pasar, sehingga mempermudah distribusi barang dan hasil pertanian. Selain itu, kondisi jalan yang lebih baik juga akan mendukung perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.
“Selain mempermudah mobilitas warga, jalan yang baik juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor lain, seperti perdagangan, pertanian, dan pariwisata. Banyak wisatawan yang mengunjungi Pasuruan lewat jalur ini, jadi kami berharap perbaikan ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Bupati Egi.
Dengan semakin lancarnya transportasi, para petani dan pelaku usaha kecil akan lebih mudah menjangkau pasar, sementara konsumen akan mendapat harga yang lebih stabil karena biaya distribusi yang lebih rendah. “Kami optimistis jika jalan ini sudah diperbaiki, harga-harga hasil pertanian akan lebih bersaing karena biaya transportasi yang lebih efisien,” tambah Agus, petani yang juga terlibat dalam diskusi bersama Bupati Egi.
Pemantauan Berkala dan Keterlibatan Masyarakat
Bupati Egi menegaskan pentingnya pemantauan berkala selama proses perbaikan jalan agar proyek berjalan sesuai dengan rencana dan tepat waktu. Selain itu, Egi juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam proses pengawasan, sehingga kualitas perbaikan jalan dapat terjamin.
“Saya minta agar masyarakat juga aktif dalam mengawasi pengerjaan proyek ini. Jangan sampai ada kualitas yang dikorupsi. Ini untuk kepentingan kita semua, dan saya harap masyarakat bisa membantu dengan memberikan masukan jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” ucap Egi.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga berencana untuk mengadakan forum komunikasi dengan warga selama proses pembangunan, sehingga masukan dari masyarakat dapat diterima langsung oleh pihak berwenang. Dengan begitu, proyek perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya selesai dengan baik, tetapi juga bisa diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Harapan Masyarakat Pasuruan
Setelah lebih dari sepuluh tahun menunggu, warga Pasuruan merasa sangat bersyukur dengan dimulainya perbaikan jalan yang selama ini menjadi masalah utama. Masyarakat berharap perbaikan ini dapat benar-benar membawa perubahan signifikan dalam kehidupan mereka.
“Saya berharap jalan ini benar-benar selesai dan bisa bertahan lama. Selama ini jalan rusak membuat banyak orang kesulitan. Kalau sudah bagus, pasti kehidupan kita akan lebih mudah,” ujar Siti Mariani, yang selama ini bekerja sebagai pedagang pasar di Kecamatan Gempol.


![73345-reaksi-nafa-urbach-dituding-permainkan-agama-dan-rakyat[1] Pelaku Penjarah Rumah](http://eunanoticias.com/wp-content/uploads/2025/12/73345-reaksi-nafa-urbach-dituding-permainkan-agama-dan-rakyat1-148x111.jpg)
![12122025-dua-pembunuh-pengacara-banyumas-aris-munadi-ditangkap[1] Misteri Pengacara](http://eunanoticias.com/wp-content/uploads/2025/12/12122025-dua-pembunuh-pengacara-banyumas-aris-munadi-ditangkap1-148x111.webp)
![IMG-20251213-WA0191[1]](http://eunanoticias.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251213-WA01911-148x111.jpg)
![IMG-20251212-WA0008_copy_1003x752[1]](http://eunanoticias.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251212-WA0008_copy_1003x7521-148x111.jpg)