, , ,

Nelayan di Bangka Barat Temukan Granat Nanas di Pantai Limbung

oleh -590 Dilihat
oleh

Majalah Lampung – Nelayan di Bangka Barat, ketika seorang nelayan secara tidak sengaja menemukan granat nanas yang terdampar di pesisir pantai. Penemuan benda berbahaya yang diduga sisa-sisa dari perang dunia kedua tersebut langsung membuat gempar warga setempat. Benda yang ditemukan pada 9 Desember 2025 ini, meskipun tidak meledak, memicu kekhawatiran akan potensi bahaya yang ditimbulkannya.

Granat nanas adalah jenis granat yang memiliki bentuk seperti nanas dengan duri-duri tajam, yang digunakan dalam peperangan untuk menyebarkan serpihan-serpihan logam. Benda ini ditemukan dalam kondisi yang sudah berkarat dan terdampar di pantai setelah terhanyut oleh ombak. Warga yang melihat benda tersebut langsung melaporkan penemuan itu kepada pihak berwajib.

Nelayan di Bangka Kronologi Penemuan Granat Nanas

Menurut Sudirman, seorang nelayan yang pertama kali menemukan granat nanas tersebut, ia sedang berkeliling pantai untuk mencari ikan. “Saat saya sedang berjalan di pantai, saya melihat sebuah benda aneh yang terlihat seperti bola besar dengan duri-duri tajam. Awalnya saya kira itu cuma batu besar, tapi setelah lebih dekat, saya sadar itu adalah granat,” ujar Sudirman, Rabu, 9 Desember 2025.

Nelayan di Bangka
Nelayan di Bangka

Baca Juga :  Penyebab Sppedboat di Lampung Terbalik dan Tewaskan Bocah 4 Tahun

Nelayan di Bangka Sudirman kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian setempat untuk melaporkan penemuannya. Tak lama kemudian, petugas dari Polres Bangka Barat bersama dengan tim dari Brimob Polda Bangka Belitung serta Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengecekan lebih lanjut terhadap granat tersebut.

Keadaan Granat dan Potensi Bahaya

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak berwenang memastikan bahwa granat nanas yang ditemukan sudah dalam kondisi sangat tua dan berkarat. Meskipun demikian, granat tersebut masih berpotensi meledak apabila tidak ditangani dengan hati-hati. Amsar, salah satu anggota tim Jihandak, menjelaskan bahwa granat nanas yang sudah berkarat pun bisa sangat berbahaya jika terkena gesekan atau tekanan yang cukup kuat.

“Meski sudah lama terendam dan berkarat, granat ini tetap mengandung bahan peledak yang berpotensi meledak. Kami segera melakukan prosedur evakuasi untuk menghindari kemungkinan terburuk. Proses pemusnahan bahan peledak dilakukan dengan hati-hati dan penuh kehati-hatian,” jelas Amsar.

Pihak berwenang kemudian memindahkan granat tersebut ke lokasi yang lebih aman untuk dilakukan pemusnahan dengan menggunakan bahan peledak yang lebih terkendali. Proses ini memakan waktu beberapa jam, namun berhasil dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan korban atau kerusakan lebih lanjut.

Asal Usul Granat Nanas di Pantai Limbung

Penemuan granat nanas di Pantai Limbung ini menambah daftar temuan benda berbahaya yang sering kali ditemukan di wilayah pesisir Indonesia. Banyaknya benda-benda berbahaya yang tersisa dari perang dunia kedua atau perang kemerdekaan yang belum meledak menjadi ancaman potensial bagi masyarakat setempat.

Di Bangka Belitung sendiri, sejumlah penemuan benda sisa perang seperti granat, bom, dan peluru sisa perang masih sering terjadi, terutama di daerah-daerah pesisir. Sejarah panjang Bangka Belitung sebagai jalur penting dalam perang dunia kedua membuat wilayah ini menyimpan banyak barang berbahaya yang belum ditemukan.

Pada tahun 2020, sebuah granat serupa juga ditemukan di daerah Pantai Tanjung Kalian, Bangka Barat. Penemuan granat tersebut kemudian disusul dengan penemuan bom sisa perang di wilayah pesisir lainnya di Bangka dan Belitung. Sebagian besar benda berbahaya ini diperkirakan terdampar akibat erosi pantai atau arus laut yang mengangkatnya dari dasar laut.

Reaksi Warga dan Pihak Berwenang

Kejadian penemuan granat ini langsung mengundang perhatian warga setempat. Banyak warga yang merasa khawatir dengan adanya potensi bahaya di sekitar mereka. Sebagian besar warga mengaku merasa cemas setiap kali menemukan benda asing di pantai, mengingat banyaknya benda-benda sisa perang yang masih belum ditemukan di wilayah tersebut.

Marlina, seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami sering berjalan di sepanjang pantai ini, dan setelah kejadian ini, saya merasa lebih takut. Tidak ada yang tahu kalau benda asing yang ada di pantai ini berbahaya atau tidak. Kami berharap pihak berwenang terus melakukan penyuluhan agar masyarakat lebih waspada,” ujar Marlina.

Penyuluhan dan Keamanan di Pantai

Kapolres Bangka Barat, AKBP Dani Setiawan, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. “Kami mengimbau agar warga selalu melaporkan segera bila menemukan benda asing yang mencurigakan, terutama di area pantai. Kami akan terus berusaha melakukan pembersihan dan penanggulangan benda-benda berbahaya ini untuk menjaga keselamatan warga,” ujar AKBP Dani Setiawan.

Selain itu, pihak berwenang juga sedang merencanakan peningkatan patroli rutin di sepanjang pantai untuk memastikan tidak ada benda berbahaya yang terdampar. Patroli ini akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, tim penjinak bom, dan relawan setempat.

Kesimpulan: Waspada dan Hati-hati

Dengan adanya upaya dari pihak berwenang untuk melakukan pembersihan dan penyuluhan kepada masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan. Bagi masyarakat, penting untuk selalu waspada dan segera melaporkan bila menemukan benda asing yang mencurigakan agar keselamatan bersama dapat terjaga.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.